Sebanyak sembilan suster yunior Kongregasi Suster Santo Augustinus dari Kerahiman Allah (OSA), yaitu Sr. Alexia, OSA, Sr. Agustini, OSA, Sr. Fidelis, OSA, Sr. Viktoria, OSA, Sr. Dymphna, OSA, Sr. Serafina, OSA, Sr. Kristofora, OSA, Sr. Giovania, OSA, dan Sr. Benedikta, OSA, mengikuti Temu Religius Muda Kalimantan Barat yang diselenggarakan oleh Forum Kerjasama Religius Kalimantan Barat (FKRK).
Pertemuan yang berlangsung di Rumah Retret Laverna, Sanggau, pada 18–20 September 2026 ini diikuti oleh 79 peserta dari 20 kongregasi religius yang berada di Kalimantan Barat. Para peserta merupakan para religius muda atau yunior tahun ke-4 sampai dengan tahun ke-6. Para suster OSA mengikuti kegiatan ini didampingi oleh Sr. Ignatia, OSA, sedangkan Sr. Purissima, OSA terlibat dalam kepanitiaan kegiatan.
Mengangkat tema “Menjadi Religius Muda yang Tanggap Melayani dalam Berbagai Situasi Zaman”, pertemuan ini menjadi kesempatan bagi para religius muda untuk semakin menyadari panggilan hidup bakti sekaligus mempersiapkan diri menjadi pribadi yang mampu hadir, peka, dan tanggap terhadap berbagai kebutuhan Gereja dan masyarakat di tengah perubahan zaman.
Memulai Pertemuan dalam Ekaristi
Kegiatan diawali pada Jumat, 18 September 2026 pukul 16.00 WIB dengan perayaan Ekaristi. Dalam suasana syukur, para peserta menyerahkan seluruh rangkaian pertemuan kepada Tuhan agar menjadi kesempatan untuk memperbarui semangat panggilan dan mempererat persaudaraan di antara para religius muda.
Setelah perayaan Ekaristi, kegiatan dilanjutkan dengan sambutan dari FKRK, perkenalan peserta, serta pengenalan rangkaian kegiatan. Suasana keakraban mulai terasa ketika para peserta dari berbagai kongregasi saling memperkenalkan diri dan berbagi pengalaman tentang kehidupan serta pelayanan mereka masing-masing.
Belajar, Berbagi dan Bertumbuh Bersama
Sebagai narasumber utama, hadir RP. Fransiskus Yamrewaf, MSF, yang mendampingi para peserta dalam proses pendalaman tema pertemuan. Melalui ceramah dan dinamika bersama, para religius muda diajak melihat kembali panggilan hidup bakti dalam konteks kehidupan zaman sekarang.
Rangkaian kegiatan dikemas secara dinamis dan interaktif melalui ceramah, ice breaking, sharing kelompok, presentasi, serta outdoor game. Berbagai metode tersebut memberikan ruang bagi peserta bukan hanya untuk menerima materi, tetapi juga untuk mengungkapkan pengalaman, pergulatan, harapan, dan tantangan yang mereka alami sebagai religius muda.
Dalam sharing kelompok, para peserta belajar mendengarkan satu sama lain dan menyadari bahwa setiap kongregasi memiliki kekhasan dalam spiritualitas dan pelayanan, namun semuanya memiliki panggilan yang sama untuk menghadirkan kasih Allah di tengah dunia.
Kebersamaan selama kegiatan juga menjadi kesempatan untuk membangun persaudaraan lintas kongregasi. Perjumpaan yang sederhana melalui percakapan, permainan, sharing, maupun kegiatan bersama menjadi pengalaman berharga untuk semakin mengenal dan menghargai keberagaman dalam kehidupan religius.
Dipanggil untuk Tanggap dan Melayani
Tema pertemuan menjadi sebuah ajakan bagi para religius muda untuk tidak hanya menjalani panggilan secara rutin, tetapi sungguh-sungguh memiliki kepekaan terhadap tanda-tanda zaman. Menjadi religius muda berarti berani membuka diri terhadap perkembangan zaman, memahami kebutuhan manusia masa kini, serta menemukan cara-cara baru untuk menghadirkan pelayanan yang relevan tanpa kehilangan akar spiritualitas dan identitas hidup bakti.
Bagi para suster OSA, pengalaman ini menjadi kesempatan untuk semakin menghidupi semangat panggilan sebagai religius Augustinian: bertumbuh dalam persaudaraan, mencari kehendak Allah bersama, dan menghadirkan kasih melalui pelayanan kepada sesama.
Menutup dengan Syukur
Seluruh rangkaian Temu Religius Muda Kalimantan Barat ditutup dengan Perayaan Ekaristi pada Minggu, 20 September 2026. Dalam perayaan penutup tersebut, para peserta diajak membawa pulang pengalaman, pembelajaran, dan semangat baru untuk diterapkan dalam komunitas serta karya pelayanan masing-masing.
Setelah makan siang, seluruh peserta kemudian kembali ke komunitasnya masing-masing. Para suster OSA melanjutkan kebersamaan dengan berkumpul dan menginap di Komunitas Santa Maria Sanggau. Pada Senin, 21 September 2026, para suster kembali menuju komunitas masing-masing dengan membawa pengalaman dan semangat baru dari perjumpaan bersama para religius muda se-Kalimantan Barat.
Temu Religius Muda ini bukan sekadar pertemuan, tetapi menjadi ruang untuk saling mengenal, berbagi, diteguhkan, dan diperbarui dalam panggilan. Semoga para religius muda semakin mampu menjadi pribadi yang tanggap terhadap kebutuhan zaman, setia dalam panggilan, dan dengan sukacita menghadirkan kasih Allah melalui pelayanan kepada Gereja dan sesama. In Deum (Sr. M. Brigitta Wijaya, OSA)







Leave A Comment