Selamat datang di website Kongregasi Suster OSA (Augustinian) !!
Kongregasi Suster Ordo Santo Augustinus (OSA) dari Kerahiman Allah Ketapang Kalimantan Barat, adalah kongregasi para biarawati yang menjalani panggilan hidupnya dengan menapaki jejak Santo Augustinus dari Hippo (354-430) yang hidup sebagai Rahib dan Rasul, mengejar kesempurnaan cinta kasih dalam melayani Kerajaan Allah. Website ini memberikan kesempatan kepada Anda untuk berkenalan dengan cara hidup kami. Jika anda tertarik kepada cara hidup dan karya Suster-Suster OSA, silahkan menghubungi kami melalui e-mail atau melalui kontak yang tersedia di halaman ini! Tuhan Memberkati.
Kabar OSA
SETIA DALAM PANGGILAN, BERTUMBUH DALAM KASIH
Perayaan Pesta Kaul Hidup Membiara Para Suster OSA Dalam Pesta Santo Augustinus – 28 Agustus 2026 Tanggal 28 Agustus 2026 menjadi hari yang istimewa dan penuh sukacita bagi Kongregasi Suster Santo Augustinus dari Kerahiman Allah. Pada hari ini, seluruh komunitas merayakan Pesta Santo Augustinus sekaligus mengungkapkan syukur atas kesetiaan para suster dalam menjalani panggilan hidup membiara. Perayaan tahun ini semakin istimewa karena menjadi kesempatan untuk mensyukuri perjalanan panggilan beberapa suster [...]
Rekoleksi dan Hari Studi Sahabat Santa Monika: “Berjalan Bersama Mewartakan Kerahiman Allah”
Ketapang — Dalam rangka mempersiapkan diri menyambut Pesta Santa Monika pada 27 Agustus, dua puluh satu ibu dari Komunitas Sahabat Santa Monika mengikuti Rekoleksi dan Hari Studi bertema “Berjalan Bersama Mewartakan Kerahiman Allah” pada Sabtu–Minggu, 22–23 Agustus 2026, bertempat di Ruang Konferensi Suster OSA, Ketapang. Kegiatan hari pertama diawali dengan registrasi dan perkenalan antarpeserta, dilanjutkan dua sesi pembekalan. Sesi pertama dibawakan oleh Sr. Valentina Nedi, OSA, yang mengajak peserta mengenal [...]
SERIBU RUPIAH DAN SEBUAH KARTU MAHASISWA
Pagi itu, seperti biasa, aku menaiki bus merah Trans Jateng menuju Uxxxxxn. Tidak ada yang istimewa pada awalnya. Aku hanya naik, mencari tempat duduk, lalu menikmati perjalanan seperti biasanya. Sampailah pada saat aku harus membayar ongkos perjalanan. Aku mengeluarkan selembar uang seribu rupiah, lalu menyodorkan kartu mahasiswa. Sesaat, aku menangkap sebuah tatapan dari kondektur. Tatapan yang entah mengandung rasa heran, percaya atau tidak percaya. Aku pun tidak benar-benar tahu [...]


