Kunjungan OSA indonesia ke OSA BelandaSetelah mengurus segala sesuatu yang diperlukan, maka pada tanggal 07 Juni 2013 dengan menggunakan pesawat KLM Sr. Ignatia, OSA dan Sr. Adriana, OSA terbang dari Indonesia menuju ke Belanda dan tiba di biara Pusat Marienheuvel Belanda pada keesokan harinya tanggal 08 Juni 2013. Sebuah perjalanan panjang yang tentunya cukup melelahkan namun menggembirakan karena dapat bertemu dengan para suster OSA Belanda yang umumnya kini telah berusia lanjut.

Sungguh tak dapat diungkapkan dengan kata-kata bagaimana suasana haru dan gembira yang terjadi setiap kali Sr. Ignatia, OSA dan Sr. Adriana, OSA datang mengunjungi komunitas para suster OSA Belanda dari satu komunitas ke komunitas lainnya. Termasuk juga ketika mengunjungi biara para biarawan Pasionis Belanda. Rasa haru semakin dalam ketika mengunjungi makam para misionaris yang pernah berkarya di Indonesia serta makam para donatur OSA. Kiranya Tuhan menganugerahi mereka semua kebahagiaan di surga.

Dalam kesempatan ini pula selain mengadakan rapat dengan Dewan OSA Belanda, Sr. Ignatia, OSA dan Sr. Adriana, OSA juga mengadakan napak tilas ke Delft tempat pertama kali Kongregasi Suster Santo Augustinus dari Kerahiman Allah berdiri dan ke Dendermonde-Belgia tempat bersejarah yang menjadi cikal-bakal berdirinya Kongregasi OSA di Delft. Akhirnya setelah mengadakan kunjungan dengan jadwal yang sangat padat sejak tanggal 08-26 Juni 2013, pada tanggal 27 Juni 2013 Sr. Ignatia, OSA dan Sr. Adriana, OSA menghadiri perayaan syukur 125 tahun OSA Belanda yang merupakan tujuan utama dari kunjungan Dewan OSA Indonesia ke negeri Belanda.

“Kalau ada sumur di ladang boleh kita menumpang mandi, kalau ada umurku panjang boleh kita berjumpa lagi” demikian bunyi pantun perpisahan yang menandakan berakhirnya kunjungan Dewan OSA Indonesia di Belanda. Tanggal 29 Juni 2013 dengan rasa berat hati Sr. Ignatia, OSA dan Sr. Adriana, OSA kembali ke Indonesia. Berat karena melihat usia para suster OSA Belanda yang semakin tua dan tidak ada lagi panggilan baru, namun bahagia karena setelah bertemu dengan mereka semua ada sebuah harapan dan keyakinan bahwa hidup harus terus berjalan dan OSA Indonesia harus semakin berkembang sesuai dengan semangat yang telah diperjuangkan dan ditanamkan oleh para pendiri dan para mionaris Suster OSA. Santo Augustinus Doakanlah Kami. Amin.